Berakhir dengan tragis
Piala Dunia selesai sudah dini hari tadi. Pertandingan antara Italy Vs. Perancis dan akhirnya dimenangkan oleh Italy dengan skor 5-3 melalui drama adu pinalti. Pertandingan yang melelahkan dan menegangkan. Setelah 2×45 menit ditambah 2×15 menit perpanjangan waktu, akhirnya dilakukan drama adu pinalti.
Sebenernya mereka bukan tim favoritku. Saya menjagokan Jerman, namun apa boleh dikata Jerman sudah kandas di semi final. Hiks… Namanya juga pertandingan ada yang menang namun di sisi lain ada juga yang harus kalah. Tim bisa dikatakan menang jika ada tim lain yang kalah. Logis memang. Namun arti kemenangan mungkin saja bisa berbeda antara satu tim dengan tim yang lain. Bisa tampil dengan baik dan fair play, mungkin sudah menjadi suatu kemenangan tersendiri bagi satu tim yang bertanding.
Ada hal yang menarik bagi penulis dalam pertandingan tersebut. Kejadian yang menimpa Zidane adalah hal yang sangat tragis. Beliau harus diganjar kartu merah oleh wasit akibat “menanduk” pemain belakang Italy. Bukankah hal ini tidak sepantasnya terjadi. Pemain se-kaliber Zidane kok gak bisa mengendalikan emosi. Mungkin beliau punya alasan sendiri kenapa melakukannya, namun tetap saja hal ini sangat disayangkan. Padahal beliau sudah berencana untuk gantung sepatu bola setelah ajang Piala Dunia 2006. Maaf kalo saya salah informasi.
Karir yang sudah dibangun dalam waktu yang lama dan susah payah, sepertinya hancur berantakan. Inget pepatah seperti ini:
Kemarau setahun dihapuskan hujan sehari
Pahadal tinggal dikit lagi ya.. Tinggal menunggu hitungan menit. Kalaulah bisa mengendalikan emosi, pastilah karirnya berakhir dengan mulus dan gegap gempita. Bukanlah cercaan atau makian. Penulis harap sich beliau gak dapat hal ini (cercaan dan makian). Predikat pemain terbaik Piala Dunia 2006 bisa juga melayang, padahal beliau jadi kandidat kuat. Tapi apa mau dikata. Zidane juga manusia… Hal tersebut sudah terjadi… Tetap semangat Mas Zidane. Bagiku Mas Zidane tetep pemain bola yang jago dan ngetop deh.
I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith.
Note: Picture from http://www.pialadunia.com taken without permission


















Ada *sesuatu* yang membuatnya jadi begitu
Engga ah, kejadian itu engga bakalan menghilangkan sinar Zizou. Remember, it’s not easy to wipe a legend from your memory
amat disayangkan. herannya dia tetap dapat Golden Ball.